Rabu, 18 April 2012

Kromium dalam suplemen. Berbahayakah?

Barusan ada temen yang ngepost di FB dan menanyakan mengenai kromium dalam bahan suplemen makanan.
Apakah berbahaya? Apakah tubuh memerlukan kromium?

Oke, untuk menjawab rasa penasaran tersebut (karena saya juga penasaran, hehehe) segera lah saya meluncur ke mbah Google (bukan mbah togel ya.. -____-). Dari hasil beberapa hasil pencarian akhirnya saya menemukan beberapa fakta mengenai kromium yang (mudah-mudahan) cukup lengkap untuk menjawab rasa penasaran saya dan ente semua. :D

Nah, sebelum kita membahas bahay dan pentingnya kromium dalam tubuh dan mengapa kromium disertakan pula dalam tablet suplemen. Mari kita berkenalan dengan kromium terlebih dahulu.

Kromium (atau unsur krom) secara kimiawi kromium adalah sebuah unsur kimia yang memiliki lambang Cr dan no. atom 24. Ditemukan tahun 1974 oleh Vauquelin. Senyawa kromium di temukan di lingkungan karena erosi dari batuan yang mengandung kromium dan dapat didistribusikan oleh letusan gunung berapi.


Terus apa sih kegunaan kromium??
Logam kromium biasa dikenal dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahan pelapis bagi peralatan logam karena memiliki sifat anti korosif (anti karat) dan juga sangat dikenal dengan campurannya bersama logam emas yang kemudian dikenal dengan emas putih.
Namun dibalik itu semua, kadar kromium yang terdapat di udara maupun perairan dapat menimbulkan masalah kesehatan yang berbahaya antara lain kanker paru paru, kerusakan hati (liver dan ginjal. Jika terkena kulit akan menimbulkan iritasi parah, ruam merah, dan sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Waaawww...
Menyeramkan ya??

Nah, yang menjadi pertanyaan, kenapa unsur kromium ditemukan dalam suplemen kesehatan??
Apakah terdapat kesalahan??
Atau bagaimana??

Akhirnya setelah muter-muter di Komplek yang mbah Google, saya menemukan pencerahan.
:D

       Ternyata, selain bahaya yang begitu besar bagi tubuh tadi, sebenarnya unsur kromium (dalam jumlah yang sangat kecil) sangat diperlukan dan bahkan berperan penting dalam metabolisme tubuh. Kromium hampir diperlukan oleh semua bagian tubuh manusia antara lain kulit, otak, otot, limpa, ginjal, dan testis.

       Fungsi kromium termasuk salah satu mineral yang berperan mengendalikan metabolisme insulin dalam tubuh, sehingga dianggap sebagai faktor pengendali kadar gula darah ( glucose tolerance factor / GTF ). Dengan kecukupan kromium dalam tubuh akan lebih efisien memanfaatkan insulin dan keseimbangan kadar gula darah dapat terjaga. Kromium juga membantu proses pencernaan protein dan lemak. Penelitian telah membuktikan bahwa kromium dapat menurunkan kadar trigliserid dan kelebihan total kolesterol darah, sekaligus memperbaiki rasio LDL (kolesterol jahat) dan HDL (kolesterol baik).

        Riset sejumlah peneliti di Amerika memperlihatkan pemberian suplemen kromium dengan dosis 2 mg per hari dapat menurunkan kadar kolesterol 15 persen. Penelitian juga menunjukan suplemen kromium dapat memperbaiki kadar kolesterol dalam darah, mengurangi pengapuran (pembentukan plak) dalam pembuluh darah.

      Pemakaian suplemen kromium umumnya digunakan dalam terapi penyakit yang berkaitan dengan gangguan penyerapan dan metabolisasi gula darah seperti hipoglikemia (tekanan gula darah terlalu rendah) dan diabetes militus. Kecukupan asupan kromium, khususnya bagi pengidap resistensi insulin dapat mencegah resiko penyakit diabetes. Lonjakan gula darah yang tak terkendali diketahui dapat mengurangi produksi serotonin ( hormone yang mengendalikan emosi, rasa sakit, pola makan) di otak. Sehingga kromium dapat digunakan untuk mengatasi sakit kepala dan sejumlah gangguan emosi akibat hipoglikemia. Meskipun kromium efektif untuk menurunkan kadar lemak atau kolesterol, tidak berarti efektif juga menurunkan berat badan. Sebab banyak faktor yang dapat menyebabkan tubuh kelebihan berat badan.
       Penyerapan kromium oleh tubuh cenderung lamban, namun keluarnya dari dalam tubuh justru sebaliknya, sangat mudah. Karena itu resiko kelebihan atau keracunan kromium jarang terjadi. Belum ada angka resmi yang menyatakan kecukupan yang dianjurkan untuk kromium. Diperkirakan jaringan tubuh orang dewasa memerlukan 1 sampai 2 mcg. Kemampuan tubuh menyerap kromium hanya 2 %, sehingga sedikitnya diperlukan 100-200 mcg kromium perhari dari makanan. Anak-anak hanya perlu lebih sedikit dari jumlah tersebut. Kebanyakan suplemen dijual dalam dosis 200 mcg, dalam bentuk kapsul, tablet, cairan atau softgel. Dosis tersebut merupakan dosis maksimal yang cukup aman. Ukuran ini bisa digunakan untuk kesehatan umum atau bagian terapi penurunan berat badan, juga terapi hipoglikemia (tekanan gula darah terlalu rendah).

       Kromium harus dikonsumsi bersama makanan atau segelas penuh air atau jus buah. Jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong dapat menyebabkan iritasi pada lambung. Kromium lebih mudah diserap jika dikombinasi dengan suplemen vitamin C atau makanan yang kaya vitamin C. Hindari konsumsi kalsium karbonat atau antacit (obat maag) pada saat yang sama karena dapat menurunkan kualitas penyerapan kromium.

      Tak perlu terpengaruh promosi yang menyatakan kromium yang satu lebih mudah diserap dibanding kromium yang satunya lagi. Kebanyakan kromium dijual sebagai chromium picolinate atau polynicotinate. Belum ada penelitian yang mendukung perbedaan tersebut. Perhatian bagi penderita diabetes militus sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter sebelum memutuskan memakai suplemen kromium. Kromium dapat mengubah kebutuhan akan insulin dan berbagai obat penyakit diabetes lainnya

Nah, bagaimana??
Sudah jelas bagaimana kromium bisa terdapat dalam suplemen?
Jadi Kromium itu meskipun berbahaya dalam kadar tinggi di lingkungan, namun kromium adalah mineral yang sangat penting bagi metabolisme tubuh..

Sekali lagi saya ingatkan.
Jadilah konsumen yang cerdas.
*Salam Hidup Sehat*
\(^o^)/

1 komentar:

  1. Trims ya, awalnya parno karena semua suplement khususnya fat burner/ slimmer pakai chromium. Seperti thermolite hehe. Ya kalo sedikit sedikt tak apa apa lah. Toh dibutuhkan tubuh.

    BalasHapus